Sensor RTD (Resistance Temperature Detector)

rtd

RTD  adalah  salah  satu  dari  beberapa  jenis  sensor  suhu  yang  sering  digunakan.  RTD  dibuat  dari  bahan  kawat  tahan  korosi,  kawat  tersebut  dililitkan pada bahan keramik isolator. Bahan tersebut antara lain; platina, emas, perak, nikel dan  tembaga,  dan  yang terbaik  adalah  bahan  platina  karena  dapat  digunakan menyensor  suhu  sampai  1500C dengan material operating temperatur -200 ~ 650º C

Tembaga  dapat  digunakan  untuk  sensor  suhu yang lebih rendah dan lebih murah, tetapi tembaga mudah terserang korosi.

gambar kontruksi

Gambar Konstruksi RTD

Keunggulan yang dimiliki sensor RTD:

  1. Tidak diperlukan suhu referensi
  2. Sensitivitasnya cukup tinggi, yaitu dapat dilakukan dengan cara mem-perpanjang  kawat yang digunakan dan memperbesar tegangan eksitasi.
  3. Tegangan output yang dihasilkan 500 kali lebih besar dari termokopel.
  4. Dapat  digunakan kawat penghantar  yang  lebih panjang karena noise  tidak  jadi masalah.
  5. Tegangan keluaran yang tinggi, maka bagian elektronik pengolah sinyal menjadi sederhana dan murah.

Sedangkan kekurangannya terdiri dari RTD adalah :

  1. Biaya lebih mahal
  2. Waktu respon kurang cepat pada beberapa aplikasi
  3. Membutuhkan sumber arus
  4. Pemanasan sendiri

Resistance  Thermal Detector  (RTD)  perubahan  tahanannya  lebih  linear  terhadap temperatur  uji  tetapi  koefisien  lebih  rendah  dari  thermistor  dan model matematis linier adalah:

RT = R0 (1+α∆t)

Keterangan:

R0 = tahanan konduktor pada temperature awal (biasanya 00 C)

RT = tahanan konduktor pada temperature t0 C

α = koefisien temperatur tahanan

∆t = selisih antara temperatur kerja dengan temperatur awal

model matematis nonliner kuadratik adalah:

RT = R0 (1+AT-BT2)

grafik

Gambar Resistansi versus Temperatur untuk variasi RTD metal

Aplikasi :

Daftar Pustaka :

bos.fkip.uns.ac.id/pub/onno/…/materi…/sensor_dan_tranduser.pdf

http://elektronika-dasar.com/komponen/sensor-tranducer/sensor-suhu-rtd-resista/

http://usm.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=168&Itemid=118

 

About diyastokatoka

Melankolis Plagmatis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s