Sejarah Komunikasi

komunikasi dunia

Secara umum komunikasi dapat diartikan sebagai suatuproses pertukaran informasi baik berupa suara, gambar, data, dll dari makhluk hidup satu ke makhluk hidup lainnya.Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Hal ini dikarenakan menurut ilmuwan, ilmu komunikasi ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial. Ilmu komunikasi dapat dikelompokkan menjadi empat periode diantaranya:

1.  Tradisi retorika yang dimulai sejak zaman yunani kuno

2.      Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode pertumbuhan Ilmu Komunikasi.

3.      Periode setelah PD ke II sampai tahun 1906an. Periode ini disebut periode konsolidasi

 

1.      Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman kuno

Pada zaman yunani kuno istilah komunikasi masih disebut dengan Retorika. Menurut sejarah pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian Aristoteles (Golden, 1978) merintis tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno. Aristoteles membagiretoris (orang yang ahli dalam beretorika) kedalam tiga unsur yaitu:

Ø  ethos (kredibilitas nara sumber)

Ø  pathos (hal yang menyangkut emosi dan perasaan)

Ø  logos (hal yang menyangkut fakta)

Cicero dan Quintilian menyusun aturan retorika menyangkut 5 unsur hasil dari pengembangan pokok pikiran Aristoteles:

·         Inventio (urutan argumentasi)

·         Dispesitio (pengaturan ide)

·         Eloqutio (gaya bahasa)

·         Memoria (ingatan)

·         Pronunciatio (cara penyampaian pesan)

Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Perkembangannya baru mulai dicatat pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunini kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.

Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman modern

1.      Periode Pertumbuhan : 1900-Perang Dunia Ke II

Komunikasi telah digunakan sebagai ilmu terapan saat masa perang dunia ke II, khususnya pada industri yang bergerak disektor media dan broadcasting.Wilayah berkembangnya komunikasi sendiri berada diwilayah Eropa Barat tepatnya dinegara Prancis dan Jerman yang menjadi pusat intelektual terkemuka di dunia kemudian menjalar ke Amerika, adapun yang berkembang saat itu adalah sistem komersialisasi dan juga penggunaan hak paten.Pada awal abad ke-19 ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini. Aspek-aspek yang diteliti meliputi penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara dibidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industry media mulai berkembang sejalan dengan tumuhnya industry periklanan dan penyiaran (broadcasting).

2.      Periode Konsolidasi : PD II – 1960an

Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi atau pengabungan (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987).Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (terdiri dari berbagaimacam ilmu pengetahuan) mulai terjadi.

Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai dengan dua hal sebagai berikut:

Unsur-unsur yang ada dalam bidang komunikasi diambil dan diserap dari ilmu-ilmu lain serta adanya pembendaharaan kata yang dipakai secara seragam. Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya. Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell. Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi. Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan.Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran yaitu:

a.      komunikasi antar pribadi

b.      komunikasi intra pribadi

c.      komunikasi kelompok atau organisasi

d.      komunikasi macro-social

e.      komunikasi massa

3.      Periode Teknologi Komunikasi : 1960an – Sekarang

Sejak era 1960an ilmu komunikasi mengalami perkembangan pesat khususnya dalam perkembangan teknologi komunikasi dan mengarah pada spesialisasi. Menurut Rogers (1986), perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa factor sebagai berikut:

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, TV Cable parabola, VCR, tekhnologi internet, seluler, dan juga satelit, dunia menjadi sebuah dunia tanpa batasan ruang dan waktu, menjadi sebuah dunia yang transparan, serta peran kecepatan transformasi data dan berita yang ada. Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasionaltetapi juga regional dan global. Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy. Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara maka semakin luas proses demokratisasi ekonomi dan politik.Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah.

Beberapa kendala komunikasi diantaranya:

1.      Bahasa

Proses komunikasi akan berjalan dengan baik jika pemberi dan penerima informasi menggunakan bahasa yang sama. Jadi kedua belah pihak harus mempelajari bahasa yang digunakan terseut atau dapat menggunakan penerjemah.

2.      Jarak

Dekat : bicara langsung

Agak Jauh : mengirimkan sinyal yang dapat terlihat/terdengar secara langsung, misalnya: asap, terompet, cahaya, dll.

Jauh : dengan berkirim surat, atau melalui media elektronik

komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi ditandai dengan penemuan – penemuan media elektronik, yakni:

§  Tahun 1844 :Morse mematenkan telegraf

§  Tahun 1876 : Bell menemukan dan mematenkan telepon

§  Tahun 1887 : Hertz menemukan gelombang radio. Sejak ditemukannya gelombang radio, komunikasi elektronik berkembang sangat pesat

§  Tahun 1923 : ditemukannya televisi

§  Tahun 1954 : Siaran televisi berwarna

§  Tahun 1962 : Komunikasi satelit pertama

Komunikasi elektronik dapat diklasifikasikan menurut:

1.  Arah informasi : satu arah – dua arah

2.  Tipe sinyal yang ditransmisikan : sinyal analog – sinyal digital

3.  Keaslian sinyal : Sinyal baseband – sinyal yang dimodulasi

Tujuan utama sebuah sistem komunikasi adalah untuk mentransfer informasi dari satu titik, dalam suatu waktu dan tempat, yang disebut juga Sumber Informasi (Source) ke suatu titik lain yaitu titik Tujuan (Destination). Gambar di bawah ini memperlihatkan elemen – elemen sebuah sistem komunikasi :

sistem komunikasi

Terdapat tiga bagian penting pada setiap sistem komunikasi, yaitu pemancar, penerima, dan kanal komunikasi. Pemancar bertugas melakukan suatu proses supaya sinyal yang ditransmisikan sesuai dengan karakteristik kanal komunikasi yang digunakan untuk mendapatkan transmisi yang efisien. Pemancar mempunyai fungsi untuk menyiapkan sinyal informasi yang akan dikirim sehingga bisa mengatasi hambatan yang diberikan oleh kanal. Proses yang dilakukan dalam pemancar antara lain modulasi dan coding.Kanal transmisi adalah media elektrik yang menjembatani jarak antara sumber dan tujuan komunikasi. Media ini bisa berupa kawat tembaga, kabel koaksial, udara (radio), serat optik atau media lainnya. Setiap kanal memberikan rugi-rugi transmisi atau redaman, sehingga daya sinyal berkurang dengan peningkatan jarak.Sedangkan penerima berfungsi untuk melakukan proses pada sinyal keluaran dari kanal untuk memperoleh kembali sinyal pesan/informasi. Karena adanya pengaruh noise, distorsi dan interferensi, sinyal yang diperoleh kembali tidak persis sama dengan aslinya. Operasi yang dilakukan pada penerima antara lain penguatan, demodulasi dan decoding untuk membalikkan proses yang dilakukan pada pemancar dengan kesalahan sekecil mungkin. Filtering juga salah satu fungsi penting yang dilakukan oleh penerima.

proses-komunikasi

 

Sumber:

Blog.Wink Yagami,Jumat, 18 Maret 2011

suhadi . Dasar Sistem Komunikasi

Arjuni Budi P. Modul Dasar Telekomunikasi

About diyastokatoka

Melankolis Plagmatis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s