RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah             : SMK Negeri 2 Singosari

Mata Pelajaran           Teknik Elektro

Kelas/Semester            : XI/ GASAL

Pertemuan Ke             : I

Alokasi Waktu            : 3x 45 menit

 A.    Standar Kompetensi            :

Mengetahui Rangkaian Common Emitor, Basis, dan Colektor

B.     Kompetensi Dasar                 :

Mengenal komponen Transistor NPN beserta karateristik konfigurasi common emitor, basis, dan colector.

C.    Indikator        :

  1. Mampu menguasai karateristik dan cara kerja transistor NPN.
  2. Mampu membuat rangkaian percobaan emitor, basis, dan colector dengan transistor NPN.
  3. Mampu mengukur Vout dan Vin beserta menjelaskan karateristik rangkaian common emitor, basis, dan colector pada transistor NPN

D.    Tujuan Pembelajaran           :

Setelah mempelajari kompetensi ini, siswa diharapkan mampu untuk :

1.        Mengetahui dan memahami karakteristik rangkaian common emitor, basis dan colector pada transistor NPN yang didengarkan secara tekun (diligence).

2.        Merangkai rangkaian percobaan common emitor, basis dan colector dengan transistor NPN dengan bekerja sama, disiplin dan penuh ketelitian.

3.        Mampu menganalisis rangkaian common emitor, basis dan colector dengan transistor NPNdengan berfikir kreatif.

E.     Karakter siswa yang diharapkan:

  • Tekun (diligence)
  • Tanggung jawab (responbility)
  • Kerja sama (cooperation)
  • Disiplin (discipline)
  • Kreatif
  • Ketelitian (carefulness)

F.     Materi Ajar (Materi Pokok)       :

1.      Konfigurasi common basis

2.      Konfigurasi common emmiter

3.      Konfigurasi common colector

G.    Model dan Metode Pembelajaran   :

  • Model Pembelajaran:

Drill And Practice

  • Metode Pemelajaran:

1.    Ceramah / demonstrasi

2.    Tanya Jawab

3.    Praktikum

4.    Pembimbingan

H.    Uraian Materi             :

Materi I (Konfigurasi common basis)

Pada konfigurasi common base, basis dari transistor terhubung dengan ground dari input dan output. Umumnya, pada transistor npn input berada pada emitter, sedangkan outputnya pada kolektor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar  Konfigurasi Common Base (a). Transistor pnp (b). Transistor npn

Karakteristik input yang menggambarkan hubungan antara arus input (IE) dengan tegangan input (VBE) untuk tegangan output (VCB) yang bervariasi dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar Karakteristik input Amplifier dengan Konfigurasi CB

Sementara karakteristik output yang menjelaskan hubungan antara arus output (IC) dengan tegangan output  (VCB) terhadap arus input (IE) yang bervariasi. Bagian output memiliki tiga daerah yang dikenal sebagai daerah kerja, yaitu daerah aktif , saturasi dan cutoff. Berikut panggambarannya.

Gambar 7 Karakteristik Output Amplifier dengan konfigurasi CB

Agar bekerja pada daerah aktif, kolektor basis dibias reverse, sedang basis emitter dibias forward. Jiak transistor ON, maka diasumsikan tegangan antara basis dan emitor (VBE) adalah sebesar 0.7 volt. Sebuah switch ideal harus mempunyai karakteristik pada keadaan “off” ia tidak dapat dilalui arus sama sekali dan pada keadaan “on” ia tidak mempunyai tegangan drop

Komponen transistor dapat berfungsi sebagai switch, walaupun bukan sebagai switch ideal. Untuk dapat berfungsi sebagai switch, maka titik kerja transistor harus dapat berpindah pindah dari daerah saturasi (switch dalam keadaan “on”) ke daerah cut-off (switch dalam keadaan “off”). Untuk jelasnya lihat gambar

Gambar 4.1 Kurva daerah kerja Transistor

 

Materi II (Konfigurasi common emmiter)

Konfigurasi transistor yang paing sering digunakan dalam rangkaian-rangkaian adalah common emitter.

Gambar  Konfigurasi CE pada Transistor npn

Pada konfigurasi ini, emitter digunakan sebagai referensi bagi terminal input dan output. Pada daerah aktif, kolektor  basis dibias reverse, sementara basis emitter dibias forfard. Hubungan antara Ic dan α adalah sebagai berikut :

a. BETA (β)

Dalam model dc, Ic dan IB  mempunyai hubungan yang disebut dengan beta dan dirumuskan dengan persamaan berikut :

hubungan antara β dan α adalah sebagai berikut :

 

 

 Materi III (Konfigurasi common colector)

Konfigurasi common colektor biasanya digunakan sebagai penyesuaian impedansi, konfigurasi ini mempunyai impedansi input yang tinggi dan impedansi outputnya kecil. Berikut konfigurasinya

Gambar konfigurasi cc dari transistor

I.       Langkah-Langkah Pembelajaran   :

Pertemuan I ( 3 jam pelajaran)

No Kegiatan Pembelajaran Waktu(Menit) Fokus
1. Kegiatan awal·        Berdoa·        Penjelasan tentang tujuan pembelajaran·        Pemberian motivasi belajar·        Apersepsi kemampuan prasyarat

·        Guru menyuruh siswa untuk mempersiapkan buku pelajaran yang akan di bahas1 menit3 menit5 menit3 menit

3 menit·        Apersepsi·        Pemberian motivasi2.Kegiatan intia.        Penjelasan terhadap materi yang akan dipelajari secara garis besar dengan menggunakan media power point, meliputi:1)   Karateristik dan cara kerja common bassis, emitor dan kolektordengan penjelasan pada slide proyektor.b.        Guru mendemonstrasikan langkah-langkah mengukur common basis, emitor, dan kolektor sesuai pada rangkaiannya.c.         Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menanyakan hal-hal yang tidak mengerti mengenai materi yang disampaikan

d.        Guru memberi jawaban atas pertanyaan siswa

e.         Guru memberi siswa kesempatan untuk praktikum dengan cara berkelompok

f.         Siswa mengerjakan tugas sesuai yang dipraktikumkan.

g.        Guru berkeliling untuk memonitor siswa serta memberi bimbingan bila ada siswa yang mengalami kesulitan.15 menit15 menit10 menit15 menit

40 menit·         Siswa menyimak penjelasan guru·         Siswa praktek mengerjakan praktikum dengan kelompoknya3.Kegiatan akhirRefleksia.         Guru mengevaluasi hasil pekerjaan siswa tersebut.b.        Guru melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan secara terpogram.c.         Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran

d.        Guru memberi kesimpulan hasil kegiatan belajar dan memberikan tugas individu atau kelompok sesuai dengan materi yang telah dipelajari dan dipraktekan.

e.         Guru menyampaikan materi yang akan diberikan pada pertemuan berikutnya.5 menit7 menit5 menit5 menit

3 menit·         Evaluasi pekerjaan siswa·         Refleksi

  1. J.      Alat/Bahan/Sumber Belajar       :

a.    Media belajar  :

Papan tulis, spidol, komputer, laptop (bila tersedia), slide presentasi, LCD proyektor. Alat dan bahan praktikum.

b.    Sumber belajar :

  • Buku Elektronika Analog (Malvino)
  • Power Point tentang Transistor dari guru
  • Cara menentukan kaki transistor : http://kibogowonto.wordpress.com/
  • Modul praktikum dan job sheet (diintegrasikan ke dalam modul praktikum)

K.    Perangkat Penilaian

JOBSHEET

RANGKAIAN COMMON EMITOR, BASIS, dan COLEKTOR

I.       Tujuan

1.      Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik rangkaian common emitor, basis dan colector pada transistor NPN.

2.      Mahasiswa dapat memahami karakteristik rangkaian common emitor, basis dan colector pada transistor NPN.

3.      Mahasiswa dapat merangkai rangkaian percobaan common emitor, basis dan colector dengan transistor NPN.

4.      Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian common emitor, basis dan colector dengan transistor NPN.

II.    Dasar Teori

1. Konfigurasi common base

Pada konfigurasi common base, basis dari transistor terhubung dengan ground dari input dan output.Karakteristik input yangmenggambarkan hubungan antara arus input (IE) dengan tegangan input (VBE) untuk tegangan output (VCB) yang bervariasi dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar Karakteristik input Amplifier dengan Konfigurasi

Konfigurasi CB

Sementara karakteristik output yang menjelaskan hubungan antara arus output (IC) dengan tegangan output  (VCB) terhadap arus input (IE) yang bervariasi. Bagian output memiliki tiga daerah yang dikenal sebagai daerah kerja, yaitu daerah aktif , saturasi dan cutoff. Berikut panggambarannya.

Karakteristik Output Amplifier dengan konfigurasi CB

Komponen transistor dapat berfungsi sebagai switch dengan cara titik kerja transistor harus dapat berpindah pindah dari daerah saturasi (switch dalam keadaan “on”) ke daerah cut-off (switch dalam keadaan “off”). Untuk jelasnya lihat gambar

Kurva daerah kerja Transistor

2. KONFIGURASI COMMON EMITTER

Pada konfigurasi ini, emitter digunakan sebagai referensi bagi terminal input dan output. Pada daerah aktif, kolektor  basis dibias reverse, sementara basis emitter dibias forfard. Hubungan antara Ic dan α adalah sebagai berikut :

a. BETA (β)

Dalam model dc, Ic dan IB  mempunyai hubungan yang disebut dengan beta dan dirumuskan dengan persamaan berikut :

hubungan antara β dan α adalah sebagai berikut :

3. KONFIGURASI COMMON COLECTOR

Konfigurasi common colektor biasanya digunakan sebagai penyesuaian impedansi, konfigurasi ini mempunyai impedansi input yang tinggi dan impedansi outputnya kecil. Berikut konfigurasinya

Gambar konfigurasi cc dari transistor

III.             Alat dan Bahan

1.      Function generator                                                1 buah

2.      Osciloscope                                                           1 buah

3.      AVOmeter Analog                                               1 buah

4.      Transistor BC 107                                                 1 buah

5.      Power Supply                                                        1 buah

6.      Resistor 10 ohm                                                    3 buah

7.      Resistor 4K7                                                         1 buah

8.      Potensiometer 50K                                               2 buah

9.      Potensiometer 10K                                               1 buah

10.  Capacitor 100uF                                                   2 buah

11.  Capacitor 47uF                                                     1 buah

12.  Project board                                                         1 buah

13.  Pinset                                                                    1 buah

14.  Jumper                                                                   1 buah

IV.             Langkah Percobaan

1.      Buat rangkaian seperti pada gambar.

2.      Atur Rsehingga VCE = ½  VCC = 5 Volt

3.      Atur function generator agar menghasilkan sinyal 10 mVpp dengan frekuensi 1 KHz.

4.      Ukur beda fasa antara input dan output.

5.      Ukur perbandingan output dan input atau penguatan tegangannya.

6.      Dan begitu pula seterusnya pada percobaan kedua dan ketiga.

V.                Hasil Percobaan

1.   Percobaan Common emitor

a.       Gambar Rangkaian

Nb: tolong perhatikan betul rangkaian berserta kapasitas komponen yang dipakai

 

 

 

 

 

3 KOhm

 

 

b.      Analisis

Secara teori, penguatan dari penguat transistor common emitor dengan:

V out = … V

Vin = … V

Penguatannya adalah:

=

c.       Grafik Hasil

 

 

 

 

2.   Percobaan common colector

a.       Gambar Rangkaian

Nb: tolong perhatikan betul rangkaian berserta kapasitas komponen yang dipakai

68 KOhm

b.      Analisis

Secara teori, penguatan dari penguat transistor common emitor dengan:

V out = … V

Vin = …. V

Penguatannya adalah:

=

c.       Grafik hasil

 

3.   Percobaan common basis

    1. Gambar Rangkaian

 Nb:tolong perhatikan betul rangkaian berserta kapasitas komponen yang dipakai

1 KOhm
20 KOhm
    1. Analisis

Secara teori, penguatan dari penguat transistor common emitor dengan:

V out = … V

Vin = … V

Penguatannya adalah:

    1. Grafik hasil
  1. VI.             Kesimpulan

 

 

a.      Latihan Soal

1. Bagaimana cara menentukan kaki basis, emitor dan colector pada transistor bipolar NPN?

Jawab:

Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100. Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C. Bila probe merah / hitam = kaki A dan probe lainnya = 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS. Menentukan Kaki Colector NPN adalah dengan memutar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K. Bila probe merah = kaki B dan probe hitam = kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR. Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah EMITOR.

Score : 20%

2. Jelaskan yang dimaksud transistor berada didaerah aktif, cutoff, dan saturation!

Jawab:

Daerah aktif adalah dimana setelah transistor mulai bekerja transistor tersebut jenuh (saturasi). Jika pada saat cutoff arus basis adalah nol dan arus kolector kecil sehingga dapat diabaikan. Dioda emitor kehilangan forward bias dan kerja normal transistor berhenti. Pada saat saturasi arus kolektor maksimum, dioda kolektor kehilangan reverse bias dan kerja transistor yang normal terhenti.

Score : 30%

3. Gambarkan karakteristik arus kolektor terhadap Vce pada transistor bipolar!

Jawab:

score : 5%

4. Jelaskan dua macam tipe transistor bipolar dan gambarkan simbolnya!

Jawab:

Transistor terbagi menjadi dua tipe yaitu NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan)dan PNP(anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan).

Score : 10%

5. Tulis apa saja yang kalian dapatkan dari materi yang telah diberikan dan analisis dari praktikum!

Jawab:

(Sesuai dengan penalaran siswa)

Score : 35%

 

  1. Penilaian                :

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

No Rincian Tugas Kinerja (RTK) Memerlukan Perbaikan (D) Menunjukkan Kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat Baik (A)
1 Tekun (diligence)        
2 Disiplin (discipline)        
3 Kreatif        
4 Ketelitian (carefulness)        
5 Tanggung jawab (responbility)        
6 Kerja sama (cooperation)        

Format Asesmen Kinerja (Proses)

No. Bentuk Instrumen Jenis Penilaian Instrumen
1 Tes Unjuk Kerja TugasPraktek 7.      Membuat rangkaian common basis, emitor dan kolektor8.      Mengatur Rsehingga VCE = ½  VCC = 5 Volt9.      Mengatur function generator agar menghasilkan sinyal 10 mVpp dengan frekuensi 1 KHz.10.  Mengukur beda fasa antara input dan output.11.  Mengukur perbandingan output dan input atau penguatan tegangannya.
  1. c.       Rubrik Penilaian Tes Unjuk Kerja
No. Aspek Skor max. Skor perolehan
1 Minat siswa dalam menjawab pertanyaan guru 4  
2 Keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas praktikum 6  
3 Hasil akhir / pekerjaan siswa 3  
4 Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas 4  
5 Kelengkapan tugas yang dikumpulkan ke guru 4  
6 Semangat dan kesediaan dalam membantu mengajar siswa lain 4  
  Jumlah skor maksimum 25  

NA (Nilai akhir) = Jumlah skor perolehan peserta didik x 100

Jumlah skor maksimum

 

KETERANGAN/CATATAN KEPALA SEKOLAH

……………………………………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………………………………………..

Mengetahui,                                                                                       Malang,08 Oktober  2012

Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Singosari                                  Guru Mata Pelajaran

Dra. Lia Rahmawati                                                                              Diana Haryati M.

NIP.197767 197703 1 005                                                          NIM. 100534402660

About diyastokatoka

Melankolis Plagmatis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s